interview // annemarie

Mungkin akan lebih pas seandainya Bystanders bisa mewawancara Annemarie di saat piknik, sesuai dengan suasana cover album dan musik mereka. Namun karena tidak memungkinkan, Bystanders hanya sempat mengobrol-ngobrol sejenak dengan mereka di sela-sela gig mereka di Jakarta dan dilanjutkan melalui e-mail beberapa hari kemudian.

Seberapa jauh sih musik Annemarie berubah sejak awal berdirinya sampai sekarang, termasuk sejak adanya perubahan personil?

Kalo dulu, kita memang sangat terpengaruh dengan musik twee pop, memang waktu itu lagi gencar dengerin itu. Kita dibilang twee pop ya ga menolak, tapi kita juga ga pengen mematok untuk di twee pop aja. Mengenai perubahan personil sebenarnya nggak ada masalah sama sekali, karena masing-masing dari kami (personil lama dan baru) semuanya suka dengan musik pop yang kami bawakan sendiri. Jadi musik yang kami bawakan masih konsisten berada di jalur pop-lah, hehe.

Untuk ke depannya Annemarie bakal terus di jalur twee pop atau ada kemungkinan untuk mengeksplore musik lainnya (yg masih di jalur pop mungkin)?

Kami juga ingin bereksperimental, masih dengan basic musik pop, tapi lebih melakukan eksplorasi sound mungkin.

Di album ABC On TV itu ada satu track juga, Strawberry Fields Forever, yang agak berbeda sih, sound yang ada disitu berasal dari groovebox. Mungkin untuk lagu-lagu berikutnya, kami bakal menambahkan sound dari groovebox juga, tapi yang sudah kepikiran sih pengennya menambahkan brass section. Terompet, juga biola mungkin?

Jarak antara rilis album sama acara launchingnya sendiri kan cukup lama, hambatannya apa sih?

Hambatan yang paling utama itu adalah kesibukan akademis, karena kami semua masih kuliah. Untungnya teman-teman dari Maritime (label) mau membantu mengadakan launching. Walaupun tadinya sempat pesimis, tapi akhirnya acaranya jadi diadakan bulan April, sekitar 2 bulan setelah rilis album. Untuk acara launching juga kita nggak mau yang gede-gedean, yang penting ngumpul-ngumpul aja lah.

Proses bikin albumnya sendiri berapa lama?

6 bulan. Kami butuh tiga bulan untuk persiapan bikin lagu, dan tiga bulan untuk rekaman. Waktunya agak lama karena, lagi-lagi, kesibukan akademis yang cukup membutuhkan perhatian, jadi pengerjaannya cuma bisa waktu weekend aja.

Ada hambatan tertentu ga waktu proses bikin albumnya, dengan personil yang belum tetap misalnya?

Ada. Waktu itu kami belum punya drummer tetap, dan bingung juga nyari drummer untuk recording. Untungnya, produser album kami, Vanco, bisa main drum dan juga bersedia untuk mengisi track drum yang belum direkam. Kalau yang lainnya nggak ada masalah, bahkan personil yang lama juga ikutan ngebantuin recordingnya kok.

Sedangkan proses bikin lagu-lagunya sendiri gimana?

Yang biasanya bikin lagu itu Iqbal. Dia ngerekam materi kasarnya dulu, terus dikasih ke personil yang lain. Kami masing-masing pikirin sendiri mau diisi seperti apa, terus dicoba untuk digabung waktu latihan. Dari situ masing-masing ngasih feedback, dan terus seperti itu sampai lagunya fix jadi.

Seberapa jauh sih kontribusi personil baru terhadap musik Annemarie?

Jauh juga. Feel pop-nya jadi lebih kerasa sekarang karena basic pop personil baru lebih kuat. Jojon, bassis, juga banyak berperan dalam proses pembuatan lagu-lagu baru.

Untuk lagu “Strawberry Fields Forever” itu kan beda banget dengan lagu yang lain, itu kenapa?

Basically, kami pengen terus bereksperimental dalam hal sound. Dan waktu itu Strawberry Fields Forever itu adalah hasil eksperimen kami. Memang berbeda sih, tapi kami suka dengan track itu. Dan menurut kami juga tidak ada salahnya untuk memasukkan lagu itu ke dalam album.

Adakah rencana untuk tur ke luar negeri (negeri jiran) seperti yang banyak dilakukan band2 indie beberapa waktu belakangan?

Ada! Bukan ke negeri jiran tapi, hehe. Kami masih berencana untuk manggung di Swedia.

Pertengahan tahun lalu sebenarnya Music Is My Girlfriend (MIMG, label indie Swedia yang merilis mini album Annemarie, The Living Model EP tahun 2004, juga album ABC On TV sekarang ini) nawarin kami melakukan tur, 20 gigs dalam waktu 1 bulan di Swedia. Tapi sayangnya nggak jadi karena masalah dana.

Kami sangat excited untuk manggung di Swedia karena musik kami dapat banyak review bagus dari sana. Mungkin karena genre musik kami swedish pop yang sama dengan musik pop disana ya…

Kalo ngliat covernya kan itu temanya piknik gitu, menurut kalian sendiri lagu apa sih yang paling cocok untuk dijadikan teman piknik?

Apple dan The Living Model sepertinya bakal cocok untuk piknik. Kalau kami dengerin lagu itu pasti bawaan moodnya jadi senang, hehe.

Kenapa dipilih “ABC on TV” sebagai judul albumnya?

Dulu itu setiap personel punya usulan judul album, tapi kami semua masih ngerasa itu nggak cocok. Akhirnya kami memutuskan untuk memakai salah satu judul lagu untuk dijadikan album. ABC on TV itu terpilih jadi judul album karena menurut kami itu sangat mewakili image pop yang ingin ditampilkan oleh Annemarie.

Kata-kata ABC on TV mengingatkan saya pada acara TV waktu saya kecil. Kalau Annemarie adalah sebuah acara TV, akan seperti apa ya?

Apa ya.. mungkin seperti acara anak-anak yang colourful dan menyenangkan. Seperti Sesame Street atau Pocoyo-nya Disney mungkin? Haha..



//interview and photo by 410


One Response to “interview // annemarie”

  1. Eliza Says:

    Halo.
    Cuma pingin kasih tahu saja kalau ada teman saya di Brazil, sudah mendengarkan album Annemarie. Sepertinya dia tertarik sekali, sampai minta pada saya untuk merekomendasikan grup band/ artist Indonesia lainnya.

    Eliza =)

Leave a Reply