Band synth-pop asal Australia, Cut Copy berhasil menghibur penonton Jakarta. Pada konser yang diselenggarakan oleh Ismaya Live di Bengkel Night Park Jakarta pada 10 Juli 2010 ini, seakan membawa crowd untuk menikmati suasana “dance”.
Dibuka oleh dua band synthpop lokal, RNRM dan Agrikulture, pertunjukkan malam itu sebenarnya berjalan agak membosankan di awalnya. Penonton terlihat masih agak sepi ketika penampilan pertama dari RNRM sudah dimulai. Alhasil penampilan apik dari RNRM tidak terlalu antusias disambut oleh massa.
RNRM sendiri masih membawakan sejumlah lagu dari album kedua mereka Outbox. Hopes, dibawakan kedua setelah intro. Diselingi beberapa lagu baru dari materi album yang rencananya akan rilis dua tiga bulan ke depan. Lagu lainnya, Questions, dan di lagu terakhir Nyanya ikut tampil menyanyikan lagu Zsa Zsa Zsu.
Selanjutnya hadir Agrikulture. Tampil dengan format live band, Agrikulture sedikit lebih menghibur dan atraktif dari sebelumnya. Diiringi oleh aksi kocak dari Fandy sang vokalis, mereka berhasil menarik perhatian dari penonton.
Mereka membawakan lagu-lagu lama dari album debut mereka. Dimulai dengan Electrify, dilanjut dengan Gosip, Kompor Meledug, dan Underground Trash. Yang unik adalah ketika mereka menyelipkan cuplikan lagu Smells Like Teen Spirit dari Nirvana, Light My Fire-nya The Doors, serta memainkan lagu Unbelieveable dari EMF.
Setelah Agrikulture turun panggung, ada jeda agak lama. Nampaknya check sound dan setting alat-alat milik Cut Copy membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Setelah hampir menungugu setengah jam, akhirnya keempat personel Cut Copy muncul ke depan panggung diiringi histeria penonton.
Cut Copy langsung menggebrak dengan lagu pertama, Lights and Music. Terlihat penonton ikut berjoget ria mengiringi hentakan dance music dari Cut Copy. Suasana makin panas ketika mereka melanjutkan dengan lagu-lagu berikutnya.
Far Away, Where I’m Going, That Was Just A Dream, Feel The Love, Alisa, So Haunted, Visions, Nobody Lost, Nobody Found, Blink. Hearts On Fire dimainkan sebagai lagu terakhir sebelum encore.
Setelah encore mereka hanya membawakan dua lagu, Out There On The Ice dan Sands Of Time. Setelah itu mereka turun panggung. Sebagian penonton yang mengharapkan adanya encore kedua harus kecewa, karena kali ini mereka benar-benar turun panggung.
Penampilan dari Cut Copy memang lumayan menghibur dan berhasil membawa seluruh penonton berdansa malam itu, Sayangnya hanya dengan membawakan 13 lagu agak terasa nanggung. Tapi lumayan untuk tiket seharga 300ribu rupiah saja. (yearry)


