
BALLADS OF THE CLICHÉ
[Hey, Smiley! EP]
2004 // ballads of the cliché
Berapa banyakkah dari para pecinta musik pop yang sangat merasakan dampak karya-karya dari musisi-musisi seperti Blueboy, Edson, Belle and Sebastian bahkan dari roots seperti free design, The Beatles dan Simon & Garfunkel? Ballads of the cliché adalah contoh dari membekasnya dampak tersebut. Ya, sekelompok pemuda dan seorang pemudi pecinta musik-musik akustik, gitar pop dan folk ini merilis sebuah debut ep sebagai tribute untuk musisi favorit mereka!
Hey Smiley! EP yang berisikan 5 buah lagu ini adalah bentuk kontribusi mereka di dunia indiepop Indonesia. Dengan berbekal gitar kopong, back vocal yang harmonis, vocal yang khas folk, dentingan piano disana-sini sebagai pemanis, nada-nada dari harmonica, mereka telah berhasil menghadirkan ‘minuman’ yang sangat menyegarkan bagi para penggemar pop yang sudah lama haus akan musik pop yang jujur, simple, easy listening dan penuh cerita. Simak saja kelima lagu dalam ep ini and see what’s it all about.
Untuk penggemar : belle and Sebastian, edson, beatles, Bacharach, simon & garfunkel and all other folksy guitar pop musicians. //arvidson//

BALLADS OF THE CLICHÉ
[Snapshot of Serenity EP]
2005 // ballads of the cliché
Kalau Hey Smiley adalah EP perkenalan dan merefresh kenangan pada pahlawan musik folk mereka, Snapshot of Serenity EP adalah perjalanan BOTC menuju kedewasaan. Dalam rekaman ini jelas terlihat banyak kemajuan baik dari segi teknis rekaman maupun dari segi materi yang semakin matang, sebagai lagu pembuka “To The Left, To The Same Sun That Guide Us Through That Day” BOTC tampak ingin mencoba mengawinkan petikan gitar folk dengan unsur musik klasik dengan string sections yang kental juga piano yang dominan. Tentunya terdapat anthem-anthem folk seperti pada lagu “My Sense” dan “Season of Joy” layaknya mendengarkan field mice ataupun tetua musik folk, Simon & Garfunkel. Pada “Where Are You, monet? I Miss Your Beautiful Sky”? tampaknya mereka merasa kehilangan the beauty of monet sky dari salah satu lagu dari EP mereka yang terdahulu. Dan pada lagu penutup “Chance of A Lifetime” jika kita menyimak sampai akhir, mereka menyelipkan versi remix dari lagu “Under the Beautiful Monet Sky” untuk mengobati kerinduan mereka .//arvidson//

BALLADS OF THE CLICHÉ
[Love Parade EP]
2006 // ballads of the cliché
Di antara EP botc sebelumnya, bisa dibilang EP ini adalah yang paling berwarna. Boleh dibilang lagu “Love Parade” adalah sebuah pembuktian bahwa band ini memang serius menggarap musiknya dan makin mematangkan permainan mereka. Suara saxophone dari Zennis yang mulai dominan juga menunjukkan musik mereka yang makin penuh, sebuah terobosan baru yang berhasil menambah kedewasaan botc.
Sayangnya di lain sisi, EP ini bagaikan EP recycle. Karena selain “Love Parade”, tidak ada lagu baru yang ditawarkan oleh band ini. Memang, hanya di EP ini mereka membawakan “Pop Kinetik”, lagu dari band indie legendaris Jakarta Rumah Sakit, namun tentu saja lagu ini bukanlah sesuatu hal yang baru bagi mereka yang telah mengikuti pergerakan indie sejak dasawarsa 90-an. Untungnya, botc berhasil membawakan lagu ini dengan sangat baik, dengan versi folk-pop mereka tentunya.
Dua lagu berikutnya, merupakan remake dari lagu-lagu mereka sebelumnya. “Simple”, tentu saja sebuah gubahan baru dari “Make It Simple” yang ada di EP Hey Smiley! repackaged, yang sebetulnya versi aslinya terdengar lebih manis. Kemudian ada “French Riviera” yang diremix oleh Tosynth (Arcade Playmate, Earth Colony), yang memang mendalami lagu-lagu 80-an/chiptunes. Jadi tidak heran kalau lagu ini menjadi terdengar seperti suara permainan Nintendo. //410//

BALLADS OF THE CLICHÉ
[Feel Free to Feel Lost EP]
2007 // ballads of the cliché
Banyak misinterpretasi yang timbul saat Ballads of the Cliché merilis EP dan full album mereka dalam waktu yang hampir bersamaan. Dan walaupun EP ini dijual dengan harga yang cukup ekonomis, namun sebagian besar penggemar musik mereka lebih memilih menunggu sedikit lebih lama untuk membeli albumnya.
Padahal di album ini ada lagu akustik yang sangat manis dan menarik untuk disimak. Judulnya “Miss You at the First Sight”. Lagu yang sederhana, singkat, dan sesuai untuk digunakan sebagai pendamping bersantai.
Namun selain itu, ya sudah. Karena EP ini hanya berisi tiga lagu, dan dua lagu lainnya sebetulnya lagu yang sama, “Feel Free to Feel Lost”. Yang satu dibawakan secara full band, lalu ada versi akustiknya. Dan walaupun lagu ini dipilih menjadi single pertama mereka dan memang lagu ini unik dan cukup berbeda dengan lagu-lagu botc lainnya tapi sepertinya tidak ada yang terlalu istimewa dari lagu ini.
Mungkin bila Anda bukan seorang kolektor rilisan indie lokal ataupun penggemar berat ballads of the cliché, Anda akan berpikir dua kali sebelum membeli EP ini. //410//
Posted by bystanders 
Posted by bystanders 
Posted by bystanders 





