Pada tanggal 21 April lalu, Komunitas puisi Bunga Matahari genap berusia tujuh tahun. Bukan waktu yang singkat, kalau diumpamakan manusia, maka usia tersebut berarti sudah saatnya masuk SD hehe. Komunitas yang awalnya hanya sebagai wadah bagi sejumlah teman yang ingin mengapresiasikan puisi mereka, kini sudah memiliki ribuan anggota di milisnya. Dan pada tanggal 29 April 2007, BuMa merayakan ulang tahun mereka, merayakan kesuksesan komunitas yang kini tak lagi balita itu.

Perayaan ultah yang digelar di café West Pacific di bilangan Thamrin itu dimeriahkan dengan beberapa penampilan dari anggota milisnya. Otak and Chair tampil tentunya, membawakan sejumlah komposisi andalan mereka, seperti “Sendiri”, “Yongkru Yo’a Yombre”, dan tentu saja, ”Teman Baikku Mati Bunuh Diri”. Kuartet Uga-Acha-Aan-Ichsan itu juga membawakan komposisi terbaru mereka yang berjudul ”Dengerin, Yo!”. Komposisi yang terakhir itu dibawakan oleh Acha, dan terdengar mirip seperti lagu rap dengan iringan perkusi tradisional, hehe.

Lalu ada pula sebuah kelompok musik eksperimental yang bisa dibilang pendatang baru dalam acara BuMa. Menamakan dirinya Perusak Suara, trio Iman Fattah (gitaris Lain, Zeke and The Popo, dan entah apa lagi yang bisa dikerjakan manusia multi-talenta ini), Aulia Naratama (keyboardist Everybody Loves Irene), dan Wahyu (Marche La Void) membawakan komposisi yang tidak biasa. Mereka juga dibantu oleh Jorgy dalam membacakan sejumlah puisi.

Selain itu ada pula pembacaan puisi dari beberapa anggota milis yang sudah tidak asing lagi seperti Nivel, Jorgy, Henry C Widjaja, dan Esti. Ada pula Hello Rain yang terdiri dari Nanda, Tania (Clover), Aan (D’zeek, thedyingsirens), dan Olive yang membawakan musikalisasi puisi.

Acara ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun oleh sejumlah pendiri BuMa seperti Festi, Ulil, Anya, Uga, serta beberapa teman-teman yang sudah lama berada di komunitas tersebut seperti Nira, Ney, dan Acha. //410
Posted by bystanders 
Posted by bystanders