interview//summer in berlin

December 24, 2007

dsc_2884-sib.jpg

Akhir Juli lalu Bystanders menghadiri pembukaan sebuah video eksibisi, OK MILITIA di Galeri Nasional, Jakarta. Pada hari pertama eksibisi tersebut dihadirkan 3 grup musik untuk perform. Summer in Berlin salah satunya. Interested with the words “Summer in Berlin”, Bystanders kemudian mengajak ngobrol salah seorang personilnya yang bernama lengkap Lily Adi Permana. Here it is.

Bisa diceritain ga awal terbentuknya Summer in Berlin (SIB)?
Awal terbentuknya Summer in Berlin (SIB) itu iseng hehehehe… Awalnya cuma sebuah side project dari gue dan Ian. Berhubung Ian ini lagi vakum dari the Grasmeresnya! Kebetulan gue juga lagi ga ada kesibukan dalam bermusik, ya udah akhirnya terbentuklah SIB. Mungkin kami membuat SIB karena pengen mencoba bereksplorasi lebih dalam bermusik, dan juga emang lagi sedikit jenuh, yaah hiburan di kala lagi libur dari kegiatan pekerjaan, atau apalah gue juga bingung hehe (sama, kita juga bingung heuheu, red). Mungkin sebuah side project yg berbuntut panjang kali ya! Tapi kami membuat SIB bukan karena musik electronic sedang naik, tapi karena kami memang ga ada fasilitas lain dlm bermusik, maen gitar ga jago, apalagi alat musik yg lain, lagipula musik electronic dah lama ada kok di sini.

Konsep spesifik musik yang dianut apa si?
SIB itu ga berkonsep, kami membuat musik tanpa konsep apapun. Bagi kami musik itu bebas, konsep malah menjadi sebuah tembok yang menghalangi kami. Sama halnya dalam genre kami ga mau dikotak-kotakkan.. ga punya kostum, ga harus berpenampilan seperti …………… ya tau lah! (*berpikir*, red)

Posisi masing-masing personil di band? Tanggung jawabnya apa aja?
Ian vokal bertanggung jawab nyanyi, gue sequencer bertanggung jawab dalam hal membuat musik dan kadang gue dibantu sama Adel pada sampler, looping over voice pas lagi perfom.

Apa si yang SIB harapkan dari audiens setelah denger musik SIB?
Ga berharap apa-apa, ya kalo audiensnya suka sama musik kami syukur, kalo ga suka ya gapapa (pasrah amat sih, red). Soalnya kami bermusik itu akhirnya ya mempresentasikannya ke public, untuk didengar orang banyak! Mudah-mudahan sih audiensnya ngerti bahwa musik kami berbicara tentang sesuatu, bukan noise asal bikin. Intinya sih mencoba membuat orang untuk melihat sesuatu ga hanya dari satu sudut pandang mata aja. Hehe ga jelas ya? (*mengernyitkan dahi*, red)

Emang ga berniat pake vokalis ya? Waktu main di Galeri Nasional kan ga pake tuh.
Ian itu vokalis di Summer in Berlin. Kalo kemarin yg main di Galeri Nasional itu live P.A aja dari gue, ngewakilin SIB, dibantu sama Adel.

Apakah SIB merupakan titik akhir perjalanan karir musik masing-masing personil? Dalam artian, kalian akan solid di sini.
Kalo titik akhir ga lah, karena SIB ini sebuah side project yang pastinya bisa aja salah satu dari orang yang ada di SIB ini bisa mundur kapan pun, tapi ya mungkin akan diteruskan walau hanya tinggal satu orang aja.

Kenapa summer bukan spring? Trus kenapa milih Jerman bukan negara eropa lainnya?
Karena lebih enak summer daripada spring. Kalo kenapa Jerman ya karena Berlin itu tempat yang sangat gue ingin kunjungi hehe.
Summer in Berlin itu sebenarnya judul lagunya Alphaville kok hehe.

Kalian itu lebih fokus ke bikin ep or album gitu apa main main dan main live??
Ya kalo ada rejeki pengen bikin ep ato album sendiri sih, tapi kalo sekarang kami coba buat musik dulu dan bermain dari satu tempat ke tempat lain.

Kalo ada tawaran dari major label untuk bikin album perdana, tapi mereka pengennya SIB ngikutin apa yg mereka mau, pokoknya mulai dari musik ampe cover album mereka yang nentuin. Gimana tuh? Diambil ga?
Ga mau, mendingan gue bikin album sendiri pake duit gue sendiri hehehe.

Menurut lo, 3 tahun ke depan SIB dah seterkenal Rock n Roll Mafia ato GE ga? Heuheuehue.
Ga lah masa cuma setenar Rock n Roll Mafia ma GE doang, yang lebih dong. Kalo secara pribadi sih gue ga peduli bisa tenar atau ga seperti mereka! Lagipula gue bukan sosok pribadi manusia yang GILPOP (gila popularitas) lebih enak jadi orang biasa aja.

Anyway by the way, kan Agustus ini kita ngerayain ultah begara kita tercinta nih. Dampak positif musik SIB terhadap keadaan sosial ekonomi negara kita apa? Hueheuheuheu.
Oh tujuh belasan. Ya dampak positifnya mungkin gue bisa liat lagi panjat pinang di kalimalang hehehe becanda! Tapi yang pasti semoga keadaan ekonominya membaik. Ya kalo dampaknya gue ga tau tapi mudah-mudahan sih berdampak positif.

//interview by foe