
Ironis. Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan tema yang diusung Ugo Untoro pada pamerannya, “Poem of Blood” awal April lalu.
Melalui berbagai media, mulai dari lukisan, seni instalasi, hingga video, seniman kelahiran Purbalingga itu memaparkan bagaimana kuda, yang sangat berjasa dalam mengantarkan manusia ke peradaban, serta berperan besar dalam meluaskan pengetahuan dan wawasan yang berkembang di seluruh dunia, kini ditinggalkan begitu saja. Bahkan yang lebih kejamnya, banyak dari kuda-kuda yang ada kini berakhir di penjagalan, menjadi sekedar ‘makanan eksotis’.
Yang paling menarik dari pameran ini adalah lorong panjang nan gelap, dimana bila kita memasuki lorong tersebut kita dapat mendengarkan suara derapan kuda beserta ringkikannya. Mengerikan, sekaligus menyayat hati. Manusia telah berkhianat, dan kuda menjadi korbannya.//410
Posted by bystanders